Memilih Lokasi untuk Usaha Kuliner  Femina 
Tidak hanya lokasi yang penting diperhatikan saat akan memulai usaha kuliner.  Menurut Rheinald Kasali, ada beberapa hal terkait selain lokasi.  Berikut ini beberapa hal yang bisa menjadi pertimbangan Anda:

Tentang lokasi kuliner
  • Jika memilih lokasi usaha kuliner di mal atau plaza, Anda harus melihat traffic atau lalu lintas orang. Apakah berada di traffic yang setiap saat dilewati  orang? Tempat yang sering menjadi lalu lintas orang ini memang biasanya di pintu masuk mal atau di foodcourt. Tapi, harganya  sudah  pasti mahal. Nah, cobalah Anda lihat,  apakah di tempat tersebut banyak orang   lalu-lalang, meskipun bukan di pintu masuk.
  • Jika lokasi usaha kuliner Anda di pusat jajan (outdoor), yang jenis makanannya  kurang lebih sama, sehingga orang tidak punya preferensi tertentu, seperti di kawasan makan seafood di Jimbaran Bali, akan lebih aman Anda memilih tempat agak ke tengah. Orang yang melihat-lihat  hingga ke ujung biasanya sering berakhir di tengah. Pastikan lokasi ini punya potensi akan ramai dikunjungi orang.

Temukan Daya Tarik
Buat daya tarik agar orang mendatangi tempat Anda. Kalau tampak sepi, orang akan berpikir makanan Anda tidak enak sehingga tak laku. Daya tarik itu bisa berupa:
  • Tempat yang  nyaman dan bersih. Kenyamanan bisa disesuaikan dengan jenis makanan yang Anda sajikan. Untuk masakan Sunda dan Padang yang menyajikan makanan beragam, wajar   bila bentuk mejanya besar atau memanjang untuk  men-display makanan agar orang bebas memilih. Ini berbeda bila Anda membuka resto Jepang yang tempat makannya biasanya lebih intim. Kenyamanan juga menyangkut kebersihan dan sirkulasi udara yang baik.
  • Desain menarik dan usahakan unik.
  • Pemberian diskon atau paket spesial. Misalnya, berikan diskon untuk rombongan, sehingga paling tidak 30% sudah terisi oleh pelanggan. Tawarkan  paket spesial karyawan untuk makan siang.
  • Hal yang paling penting adalah makanan  yang  Anda sajikan harus mampu menggugah selera. Perhatikan juga dari segi kesehatan, terutama bila pangsa pasar Anda kelas menengah ke atas.
Sumber : http://www.femina.co.id/isu.wanita/karier/memilih.lokasi.untuk.usaha.kuliner/005/001/75

SEMBILAN USAHA KULINER YANG MENGUNTUNGKAN

sukses-berbisnis-kulinerBelajar dari kesuksesan para pebisnis kuliner, ternyata usaha tersebut bisa dibilang cukup mudah. Bahkan, Firmansyah Budi Prasetyo, pemilik usaha Tela Krezz, hanya dalam waktu 11 bulan mampu melebarkan usaha waralabanya hingga mencapai 250 gerai. Padahal, latar belakang pendidikannya dari fakultas hukum. Bermodalkan uang 3 juta rupiah, ia berani menapaki dunia usaha kuliner sekaligus tertantang untuk menciptakan lapangan pekerjaan. Pola usaha waralaba Tela Krezz telah merambah hingga ke luar pulau Jawa. Omzetnya telah mencapai 300 juta rupiah per bulan.
Selain Firmansyah, ada juga seorang perempuan sukses yang berhasil meraup omzet hingga 850 juta rupiah dengan mendirikan usaha kuliner pisang ijo asal Makassar, yaitu Riezka Rahmatiana. Membawa merek dagang JustMine, ia memulai usahanya hanya dengan modal 2 juta rupiah. Wanita asal Mataram ini, melebarkan usahanya dengan pola waralaba hingga tersebar di Bandung, Jakarta, dan Bekasi. Menarik bukan?
Masih banyak lagi contoh-contoh kesuksesan para pengusaha kuliner lainnya. Dan, keberhasilan mereka diraih dalam usia muda. Ini menjadi bukti bahwa menjadi pengusaha sukses tidak perlu menunggu waktu tua dan dapat diraih oleh siapa pun yang memiliki impian untuk maju. Begitu pula dengan urusan keuangan, modal tidak perlu mesti besar. Yang paling penting adalah kemauan dan memiliki perencanaan dengan konsep-konsep tertentu yang telah teruji ampuh dalam mengembangkan usaha kuliner.
Di dalam bisnis usaha kuliner, ada satu keuntungan dibandingkan dengan usaha lainnya. Usaha ini bisa dibilang tidak ada matinya. Selama manusia hidup, selama itu pula manusia membutuhkan makanan. Terutama dengan jumlah penduduk Indonesia yang sudah mencapai 260 juta lebih. Tentu jumlah tersebut merupakan sebuah market yang besar. Bisnis ini juga dapat dilakukan di mana saja, asal memenuhi persyaratan ekonomis.
Apa saja yang mesti dilakukan sebelum memulai usaha kuliner agar berkembang maju? Mengenai perihal ini, Sugiyo akan menjelaskannya kepada Anda melalui bukunya, Sukses Berbisnis Kuliner. Penulis akan membekali Anda dengan panduan membangun usaha kuliner dari nol. Anda akan mengerti secara praktis tentang dunia usaha kuliner hingga berani menerapkannya atau mencobanya untuk meniru mereka yang telah sukses dalam bisnis kuliner.
Terdapat sembilan usaha kuliner populer yang dapat diambil sesuai kondisi Anda. Mulai dari kuliner ala gerobak, warung makan sederhana, rumah makan cepat saji, rumah makan tradisional, kafe, katering, kantin, hingga pujasera. Selain itu, di dalam buku terbitan mediakita ini dibahas pula pengembangan usaha, manajemen usaha, kisah sukses para pengusaha kuliner, hingga analisa usaha dan proposal pengajuan kredit.

Sumber : http://www.mediakita.com/29-peluang-usaha/555-sembilan-usaha-kuliner-populer-menguntungkan


Ketika anda memulai usaha kuliner entah itu restoran, katering atau kafe, salah satu hal yang sangat penting untuk dilakukan adalah merencanakan menu secara matang.
Untuk sebuah bisnis yang baru berdiri, kemampaun dalam memilih menu dapat sangat menentukan apakah bisnis kuliner tersebut akan berkembang dengan lancar atau terseok-seok.
Dengan memilih menu yang tepat, sebuah bisnis kuliner akan mudah mengorganisir waktu memasak, suplai makanan, proses belanja atau pemesanan bahan makanan dan tentu saja anggaran. Berikut adalah beberapa tips dalam hal merencanakan menu jika anda berencana membuka usaha kuliner sendiri.
Tentukan Faktor Ketersediaan Bahan Baku
Katakanlah anda hendak memulai usaha kuliner di bidang makanan khas barat seperti spaghetti, pizza atau hamburger. Anda harus tahu dimana anda bisa mendapat suplai roti, pasta dan daging untuk burger yang berkualitas dengan cepat.
Jika anda membuka usaha ikan bakar, coba lihat apakah penjual ikan yang terdekat bisa menjadi suplier tetap untuk jenis-jenis ikan yang anda berencana sajikan. Restoran besar mungkin memiliki modal untuk mengimpor bahan makanan eksklusif atau langka, namun restoran baru sebaiknya tidak nekat mencoba melakukan hal yang sama.
Tentukan Konsep Restoran dan Pelanggan Potensial Anda
Jenis-jenis menu yang anda hidangkan dapat ditentukan pula oleh konsep restoran serta pelanggan potensial yang paling sering datang ke restoran anda.
Restoran yang buka untuk umum dan didatangi berbagai jenis pengunjung tentu berbeda dengan kafe berkonsep modern. Restoran mewah yang memiliki bangunan eksklusif juga akan memiliki jenis menu yang berbeda dengan kafe tenda trendi yang dirancang untuk tempat kumpul-kumpul remaja. Pastikan konsep ini sudah anda buat dengan matang sebelum anda merencanakan menu.
Perkirakan Berapa Lama Tiap Menu Dimasak
Ketika seorang pemula memulai usaha kuliner, salah satu hal yang sering terlewat dalam perencanaan menu adalah faktor berapa lama tiap menu harus dimasak.
Ada jenis makanan yang persiapannya cukup lama dan menyita waktu karena harus dilakukan dengan teliti, ada yang persiapannya mudah namun waktu memasaknya cukup lama, dan ada yang bisa dimasak dalam waktu singkat. Pastikan anda mengetahui lama waktu persiapan dan pemasakan dari tiap-tiap pilihan menu potensial ini sebelum anda mulai menetapkannya sebagai menu. Dengan demikian, anda akan mudah menentukan waktu persiapan.
Tentukan Jumlah Menu yang Masuk Akal
Memiliki banyak pilihan menu tidak berarti membuat usaha kuliner anda cepat sukses; coba lihat warung-warung makan khas Indonesia yang ramai didatangi pengunjung, bukankah pilihan menu mereka biasanya tidak lebih dari lima atau enam macam saja? Daripada merancang sederet menu yang terlalu banyak dan membuat anda atau juru masak kewalahan, fokuslah pada sedikit menu di awal (mungkin lima, enam atau delapan macam) namun dimaksimalkan. Banyak restoran di luar negeri menerapkan sistem rotasi menu dimana beberapa jenis menu berubah setiap minggu agar ada variasi.
Pilih Menu yang Merupakan Kekuatan Anda
Saat memulai usaha kuliner dimana anda merupakan juru masaknya, pilihlah menu dimana sebagian besarnya merupakan kekuatan anda. Jika anda pandai membuat makanan yang serba digoreng, fokuslah pada menu-menu tersebut dengan lebih sedikit variasi makanan lain.
Anda juga bisa mempekerjakan orang lain untuk mengerjakan menu-menu yang bukan keahlian anda, misalnya racikan minuman tertentu atau makanan berkuah. Seiring waktu, anda bisa belajar menangani masakan yang lain atau mempekerjakan lebih banyak orang saat menu semakin bervariasi.
- See more at: http://menjadiwirausaha.com/tips-merencanakan-menu-saat-memulai-usaha-kuliner/#sthash.iiDmK4qm.dpuf

Sukses Bisnis Kuliner

Peluang bisnis dan usaha makanan kuliner serta cara mengelolanya hingga sukses dan berhasil
Dari sekian banyak usaha dan bisnis yang ada di pasaran, bisnis makanan dan minuman atau biasa disebut bisnis kuliner memiliki peminat yang cukup tinggi. Hal ini ditandai dengan makin banyaknya pebisnis makanan yang bermunculan dan betebaran di mana-mana, mulai dari pedagang jajanan, makanan tradisional, pedagang kaki lima, kafe, restoran atau rumah makan, hingga bisnis catering rumahan. Peluang usaha dan bisnis kuliner ini memang cukup menjanjikan sebagai ladang usaha baik di perkotaan maupun pedesaan. Membuka dan menjalankan bisnis kuliner dapat dilakukan oleh siapa saja, ibu rumah tangga, karyawan, pns, ataupun latar belakang profesi lainnya, baik perorangan ataupun kelompok, semua dapat membuka dan menjalankan usaha kuliner. Namun dengan menjamurnya industri kuliner ini, tentu membuat persaingan menjadi semakin ketat. Tingkat hambatan dan kesulitan dalam bertumbuh juga menjadi lebih tinggi. Tentunya untuk dapat bertahan, kita harus mempersiapkan secara matang serta memiliki keunggulan yang tidak dimiliki oleh kedai kuliner lain. Lalu bagaimana cara sukses membuka dan menjalankan bisnis kuliner? Simak tips berikut.

Cara sukses membuka usaha yang pertama. Miliki modal awal untuk usaha Anda. Tentukan berapa modal yang akan Anda investasikan untuk membuka dan menjalankan bisnis makanan Anda. Baik untuk modal sewa tempat, membayar biaya listrik, karyawan, bahan baku harian, sabun, pajak, maupun biaya ijin usaha Anda. Perhitungkan dengan matang antara modal, pengeluaran, pendapatan harian, agar Anda dapat mengestimasi kapan Anda dapat balik modal. Modal tidak selalu berasal dari kantong sendiri. Anda dapat mengajak teman untuk patungan modal dan bagi hasil. Tipsnya sebaiknya buat perjanjian tentang pembagian tugas dan hasil usaha untuk menghidari masalah dikemudian hari. Selain itu Anda juga dapat melakukan pinjaman dana ke bank. Tipsnya rajinlah membuat laporan keuangan, baik pemasukan, pengeluaran, maupun aset yang Anda miliki untuk membantu lembaga keuangan tersebut mengetahui perkembangan bisnis usaha kuliner yang Anda jalankan.

Belajarlah kepada orang yang sudah sukses dan praktekan. Sebelum membuka usaha kuliner sendiri, lebih baik sempatkan diri Anda belajar dahulu pada ahlinya. Berbicara soal modal tidak harus selalu materi dan uang. Dengan mengikuti seminar, pelatihan, ataupun bekerja pada orang yang sudah lebih dulu sukses dibidang kuliner tentu juga akan menambah modal pengetahuan bagi Anda sebelum benar-benar terjun sendiri di dunia bisnis kuliner. Anda dapat mempelajari bagaimana cara mengolah modal, mengatur karyawan, memasarkan produk, menjaga pelanggan, ataupun cara memutar laba yang didapat. Tentu informasi tersebut sangat penting untuk mengawali bisnis kuliner Anda. Miliki juga sikap pekerja keras, ulet, telaten, tekun, disiplin, pantang menyerah, sebagai modal yang tak kalah pentingnya.

Lakukan identifisikasi produk dan riset pasar. Dua hal tersebut sangat penting untuk mengetahui jenis makanan dan minuman apa yang banyak diminati orang. Lakukan identifikasi dan riset terhadap segmen yang menjadi target market Anda. Mengingat pada usaha bisnis kuliner sering muncul tren jenis makanan baru, berusahalah meredam ego Anda untuk mengikuti tren tersebut. Sediakan makanan tren hanya sebagai pelengkap, untuk membuat dagangan kuliner Anda semakin komplit. Tapi jangan jadikan jenis makanan tren sebagai menu utama. Ketika waktu tren telah lewat, permintaan terhadap jenis makanan ini tentu akan berkurang dan berpotensi menimbulkan kerugian. Milikilah menu andalan dari tempat makan Anda. Mintalah pendapat keluarga, saudara, ataupun teman-teman mengenai cita rasa produk masakan Anda. Jangan lupa simpan rahasia dapur dan masakan Anda sebaik mungkin.

Tips sukses menjalankan bisnis kuliner selanjutnya. Sebisa mungkin pilih lokasi yang tepat. Berbicara bisnis kuliner tentu berhubungan dengan perut yang lapar. Berbicara perut yang lapar biasanya orang akan memilih lokasi tempat makan yang paling dekat dan mudah dijangkau agar mereka dapat segera mengisi perut. Olah karena itu pilihlah lokasi yang strategis, misalnya di sekitar perkantoran, kampus, tempat wisata, dll tentunya dengan memperhitungkan juga modal yang Anda miliki untuk membeli atau menyewa tempat tersebut. Terlepas dari itu, banyak pula lokasi tempat makan yang dapat dikatakan jauh dari kata strategis, tapi ramai dikunjungi banyak orang. Namun tentunya tempat makan tersebut memiliki kelebihan, entah itu pada kelezatan masakan, banyaknya pilihan variasi menu, pelayanan yang baik, kebersihan yang terjaga, ataupun keistimewaan lain yang mampu menarik minat orang untuk datang ke tempat mereka yang letaknya tidak strategis.

Miliki pemasok bahan baku harian. Milikilah pemasok semua bahan baku produksi untuk dapur usaha kuliner Anda guna kelancaran proses produksi. Dengan menjadi pelanggan dari pemasok tetap, tentu Anda dapat memperoleh bahan baku dengan biaya yang lebih murah. Mereka tentu juga akan membantu Anda jika suatu saat bahan baku yang Anda butuhkan langka dipasaran. Sebaiknya miliki lebih dari satu pemasok sebagai alternatif jika pemasok yang satu berhalangan dan tidak bisa memenuhi permintaan bahan baku dari Anda.

Nah itulah beberapa cara sukses membuka dan menjalankan bisnis kuliner. Namun itu baru sebagian saja. Masih ada lanjutan dari artikel ini yang akan mengulas tentang penggunaan jasa karyawan, bagaimana kualitas produksi yang baik, cara memilih pasar, bagaimana promosi dan pemasaran yang tepat, dan cara mengatur keuangan dengan baik yang saya bahas pada artikel Sukses Memulai Peluang Usaha Makanan dan Minuman. Mari bagikan cerita dan pengalaman Anda saat pertama memulai bisnis kuliner yang Anda geluti dikolom komentar. Terimakasih.

sumber : http://omah-tips.blogspot.com/2014/06/cara-sukses-membuka-menjalankan-bisnis-kuliner.html

Bubur Candil


Resep ini saya ambil dari NCC..terimakasih banyakk atas resepnya.. :)

Sawut Singkong


Makanan mudah dan murah ini masih banyak digemari sampai sekarang. Keunikan sawut justru ada pada warna semburnya, yang sengaja tidak diaduk rata.