SEMBILAN USAHA KULINER YANG MENGUNTUNGKAN

sukses-berbisnis-kulinerBelajar dari kesuksesan para pebisnis kuliner, ternyata usaha tersebut bisa dibilang cukup mudah. Bahkan, Firmansyah Budi Prasetyo, pemilik usaha Tela Krezz, hanya dalam waktu 11 bulan mampu melebarkan usaha waralabanya hingga mencapai 250 gerai. Padahal, latar belakang pendidikannya dari fakultas hukum. Bermodalkan uang 3 juta rupiah, ia berani menapaki dunia usaha kuliner sekaligus tertantang untuk menciptakan lapangan pekerjaan. Pola usaha waralaba Tela Krezz telah merambah hingga ke luar pulau Jawa. Omzetnya telah mencapai 300 juta rupiah per bulan.
Selain Firmansyah, ada juga seorang perempuan sukses yang berhasil meraup omzet hingga 850 juta rupiah dengan mendirikan usaha kuliner pisang ijo asal Makassar, yaitu Riezka Rahmatiana. Membawa merek dagang JustMine, ia memulai usahanya hanya dengan modal 2 juta rupiah. Wanita asal Mataram ini, melebarkan usahanya dengan pola waralaba hingga tersebar di Bandung, Jakarta, dan Bekasi. Menarik bukan?
Masih banyak lagi contoh-contoh kesuksesan para pengusaha kuliner lainnya. Dan, keberhasilan mereka diraih dalam usia muda. Ini menjadi bukti bahwa menjadi pengusaha sukses tidak perlu menunggu waktu tua dan dapat diraih oleh siapa pun yang memiliki impian untuk maju. Begitu pula dengan urusan keuangan, modal tidak perlu mesti besar. Yang paling penting adalah kemauan dan memiliki perencanaan dengan konsep-konsep tertentu yang telah teruji ampuh dalam mengembangkan usaha kuliner.
Di dalam bisnis usaha kuliner, ada satu keuntungan dibandingkan dengan usaha lainnya. Usaha ini bisa dibilang tidak ada matinya. Selama manusia hidup, selama itu pula manusia membutuhkan makanan. Terutama dengan jumlah penduduk Indonesia yang sudah mencapai 260 juta lebih. Tentu jumlah tersebut merupakan sebuah market yang besar. Bisnis ini juga dapat dilakukan di mana saja, asal memenuhi persyaratan ekonomis.
Apa saja yang mesti dilakukan sebelum memulai usaha kuliner agar berkembang maju? Mengenai perihal ini, Sugiyo akan menjelaskannya kepada Anda melalui bukunya, Sukses Berbisnis Kuliner. Penulis akan membekali Anda dengan panduan membangun usaha kuliner dari nol. Anda akan mengerti secara praktis tentang dunia usaha kuliner hingga berani menerapkannya atau mencobanya untuk meniru mereka yang telah sukses dalam bisnis kuliner.
Terdapat sembilan usaha kuliner populer yang dapat diambil sesuai kondisi Anda. Mulai dari kuliner ala gerobak, warung makan sederhana, rumah makan cepat saji, rumah makan tradisional, kafe, katering, kantin, hingga pujasera. Selain itu, di dalam buku terbitan mediakita ini dibahas pula pengembangan usaha, manajemen usaha, kisah sukses para pengusaha kuliner, hingga analisa usaha dan proposal pengajuan kredit.

Sumber : http://www.mediakita.com/29-peluang-usaha/555-sembilan-usaha-kuliner-populer-menguntungkan


Ketika anda memulai usaha kuliner entah itu restoran, katering atau kafe, salah satu hal yang sangat penting untuk dilakukan adalah merencanakan menu secara matang.
Untuk sebuah bisnis yang baru berdiri, kemampaun dalam memilih menu dapat sangat menentukan apakah bisnis kuliner tersebut akan berkembang dengan lancar atau terseok-seok.
Dengan memilih menu yang tepat, sebuah bisnis kuliner akan mudah mengorganisir waktu memasak, suplai makanan, proses belanja atau pemesanan bahan makanan dan tentu saja anggaran. Berikut adalah beberapa tips dalam hal merencanakan menu jika anda berencana membuka usaha kuliner sendiri.
Tentukan Faktor Ketersediaan Bahan Baku
Katakanlah anda hendak memulai usaha kuliner di bidang makanan khas barat seperti spaghetti, pizza atau hamburger. Anda harus tahu dimana anda bisa mendapat suplai roti, pasta dan daging untuk burger yang berkualitas dengan cepat.
Jika anda membuka usaha ikan bakar, coba lihat apakah penjual ikan yang terdekat bisa menjadi suplier tetap untuk jenis-jenis ikan yang anda berencana sajikan. Restoran besar mungkin memiliki modal untuk mengimpor bahan makanan eksklusif atau langka, namun restoran baru sebaiknya tidak nekat mencoba melakukan hal yang sama.
Tentukan Konsep Restoran dan Pelanggan Potensial Anda
Jenis-jenis menu yang anda hidangkan dapat ditentukan pula oleh konsep restoran serta pelanggan potensial yang paling sering datang ke restoran anda.
Restoran yang buka untuk umum dan didatangi berbagai jenis pengunjung tentu berbeda dengan kafe berkonsep modern. Restoran mewah yang memiliki bangunan eksklusif juga akan memiliki jenis menu yang berbeda dengan kafe tenda trendi yang dirancang untuk tempat kumpul-kumpul remaja. Pastikan konsep ini sudah anda buat dengan matang sebelum anda merencanakan menu.
Perkirakan Berapa Lama Tiap Menu Dimasak
Ketika seorang pemula memulai usaha kuliner, salah satu hal yang sering terlewat dalam perencanaan menu adalah faktor berapa lama tiap menu harus dimasak.
Ada jenis makanan yang persiapannya cukup lama dan menyita waktu karena harus dilakukan dengan teliti, ada yang persiapannya mudah namun waktu memasaknya cukup lama, dan ada yang bisa dimasak dalam waktu singkat. Pastikan anda mengetahui lama waktu persiapan dan pemasakan dari tiap-tiap pilihan menu potensial ini sebelum anda mulai menetapkannya sebagai menu. Dengan demikian, anda akan mudah menentukan waktu persiapan.
Tentukan Jumlah Menu yang Masuk Akal
Memiliki banyak pilihan menu tidak berarti membuat usaha kuliner anda cepat sukses; coba lihat warung-warung makan khas Indonesia yang ramai didatangi pengunjung, bukankah pilihan menu mereka biasanya tidak lebih dari lima atau enam macam saja? Daripada merancang sederet menu yang terlalu banyak dan membuat anda atau juru masak kewalahan, fokuslah pada sedikit menu di awal (mungkin lima, enam atau delapan macam) namun dimaksimalkan. Banyak restoran di luar negeri menerapkan sistem rotasi menu dimana beberapa jenis menu berubah setiap minggu agar ada variasi.
Pilih Menu yang Merupakan Kekuatan Anda
Saat memulai usaha kuliner dimana anda merupakan juru masaknya, pilihlah menu dimana sebagian besarnya merupakan kekuatan anda. Jika anda pandai membuat makanan yang serba digoreng, fokuslah pada menu-menu tersebut dengan lebih sedikit variasi makanan lain.
Anda juga bisa mempekerjakan orang lain untuk mengerjakan menu-menu yang bukan keahlian anda, misalnya racikan minuman tertentu atau makanan berkuah. Seiring waktu, anda bisa belajar menangani masakan yang lain atau mempekerjakan lebih banyak orang saat menu semakin bervariasi.
- See more at: http://menjadiwirausaha.com/tips-merencanakan-menu-saat-memulai-usaha-kuliner/#sthash.iiDmK4qm.dpuf

No comments:

Post a Comment